Saat Mata Rantiyem Berbinar

Disdukcapil Jember – Di sebuah rumah sederhana, tim Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember melangkah perlahan menuju kamar seorang perempuan sepuh bernama Rantiyem.

Perempuan warga Desa Wonorejo, Kecamatan Kencong, itu telah lama terbaring karena sakit stroke dan hidup bersama cucunya yang masih bersekolah.

Tubuhnya lemah. Napasnya kerap tersengal. Kepasrahan menyelimuti kesehariannya.

Namun hari itu matanya berbinar saat petugas datang membawa alat perekaman KTP-el.

Bagi mereka, kedatangan petugas adalah wujud nyata kasih dan kepedulian pemerintah terhadap warganya.

Berkat bantuan warga, perangkat desa, dan kecamatan, Rantiyem kini memiliki identitas kependudukan yang tercatat dalam SIAK (Sistem Informasi Administrasi Kependudukan).

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menegaskan komitmennya untuk terus menggencarkan program jemput bola.

Langkah itu demi membantu masyarakat yang kesulitan mobilitas atau tidak memungkinkan datang ke kantor layanan admindukcapil.

“Kami berharap semua dapat peduli terhadap lingkungan sekitar, sehingga warga yang kesulitan mobilitas bisa memperoleh layanan dari program kami. Dokumen kependudukan adalah hal yang sangat penting,” ujarnya.

Ia juga mengimbau agar masyarakat serta perangkat pemerintah setempat segera melaporkan warga, keluarga, atau tetangga yang belum memiliki Kartu Keluarga maupun KTP-el.

Bambang Saputro menjelaskan, di balik selembar kartu identitas tersimpan makna besar: pengakuan, keberadaan, dan kesempatan untuk hidup lebih layak. (*nuv)