
Disdukcapil Jember – Di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Bina Sehat pada Rabu 5 Januari 2025, suara mesin medis berpadu dengan lirih napas seorang lansia.
Usianya sudah lebih dari delapan puluh tahun. Ia merasakan sakit patah tulang akibat terjatuh dari tempat tidurnya.
Di balik sakit yang ia derita, tersimpan satu hal yang menjadi catatan penting bagi semua insan di negeri ini.
Ya, catatan itu adalah tentang sebuah identitas yang belum sempat terukir dalam sistem kependudukan negeri ini.
Kehadiran negara melalui Tim Peduli Kamu membawa harapan di dalam koper hitam berisi alat-alat perekaman KTP-el.
Hari itu, bukan hanya peralatan yang mereka bawa, tetapi juga niat tulus untuk memastikan bahwa nama Suma tercatat resmi sebagai bagian dari bangsa ini.
Di ruang IGD yang dingin dan sibuk, mereka membuka perlengkapan, memasang alat, dan menyiapkan proses perekaman di sisi ranjang pasien.
Keluarga Suma menyaksikan. Mereka tahu, sang ibu dulu pernah menolak untuk membuat KTP-el.
“Dulu ada program perekaman KTP-el, tapi ibu tidak mau,” kenang salah satu anaknya.
“Katanya sudah sepuh, buat apa?” lanjutnya.
Kini, di tengah kondisi sakit dan usia senja, terasa begitu pentingnya identitas kependudukan.
Tidak hanya sebagai syarat administrasi, tetapi juga sebagai simbol pengakuan dan perlindungan negara terhadap warganya, siapa pun dan di usia berapa pun.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember, Bambang Saputro, menyampaikan pesan mendalam atas peristiwa ini.
“Mari peduli terhadap data kependudukan keluarga kita. Apabila ada yang belum memiliki dokumen adminduk, segera urus. Jangan tunggu nanti, karena ketika dibutuhkan, ketiadaan dokumen dapat menghambat banyak hal,” terangnya.
Peristiwa di rumah sakit itu menjadi pengingat bagi semua, bahwa dokumen identitas bukan sekadar selembar kartu.
Ia adalah bukti keberadaan, jembatan menuju pelayanan publik, dan tanda bahwa setiap jiwa muda maupun renta diakui oleh negara.
Di ujung usia, Suma akhirnya direkam. Dalam kesunyian ruang IGD, alat perekam menangkap sidik jarinya, wajahnya, dan mungkin, sedikit dari kisah hidup panjang yang kini resmi tercatat dalam data kependudukan Indonesia. (*nuv)
Dispendukcapil Kabupaten Jember Website Resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember




