Ini Dampak Yang Dirasakan Dari Program Jempol Disko


 

This slideshow requires JavaScript.

Dispendukcapil Jember — Jemput Bola Di Sekolah (Jempol Disko) kini menjadi trend layanan tersendiri bagi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember. Trend tersebut berlanjut di SMAN Pakusari yang menjadi target program Jempol Disko selanjutnya.

SMAN Pakusari didatangi langsung oleh petugas dari Dispendukcapil Jember guna perekaman data biometrik bagi siswa-siswinya yang masih belum memiliki KTP-el, Kamis (10/02/2022) pagi. Kegiatan tersebut juga ditinjau langsung oleh Kepala Seksi Pelayanan Umum Kecamatan Pakusari, Pairi.

Pairi menyampaikan, bahwa saat ini pihaknya merasa terbantu dengan kedatangan Dispendukcapil Jember khususnya dilingkup sekolah.

“Kami senang Dispendukcapil Jember datang ke SMAN Pakusari ini yang merupakan satu-satunya SMA Negeri di Kecamatan kami. Selain membantu meringankan tugas Kecamatan, program ini juga membantu mereka para siswa siswi yang belum pernah memiliki KTP-el agar segera bisa memilikinya,” ungkap Pairi.

Kami selaku perwakilan dari Kecamatan, masih menurut Pairi, sengaja datang dan juga sekaligus mendokumentasikan kegiatan ini. Alhamdulillah juga disambut baik oleh pihak Dispendukcapil Jember maupun pihak sekolah.

Selain itu, Koordinator Kegiatan, Sesil, menyampaikan, bahwa program Jempol Disko ini juga banyak diminati oleh siswa-siswi yang ada di SMAN Pakusari ini.

“Sebelum datang kesini, kita sudah melakukan komunikasi dan pendataan dengan pihak sekolah. Dari hasil data yang diperoleh, terdapat kurang lebih 140 siswa yang seharusnya mengikuti kegiatan perekaman ini, dan sekarang masih berjalan,” jabarnya.

Sesil juga menuturkan jika pihaknya memiliki target yang harus dicapai dari kegiatan perekaman KTP-el di sekolah-sekolah ini.

“Targetnya adalah tingkat orang yang belum memiliki KTP-el di Jember ini bisa ditekan kalau bisa sampai 0. Sehingga semua orang bisa mempunyai KTP-el. Maka dari itu program Jempol Disko ini adalah sebagai langkah awal untuk para remaja yang masih berusia sekitar 16-18 tahun bisa melakukan perekaman KTP-el tanpa harus ditunda-tunda,” pungkasnya. (*Amb)