Seberkas Harapan dari Tim Peduli Kamu

Disdukcapil Jember – Di sebuah rumah sederhana di Kelurahan Kebonsari, Kecamatan Sumbersari, Jember, hidup tiga jiwa dalam keheningan yang nyaris tak terdengar oleh sistem.

Dua di antaranya adalah perempuan paruh baya, Bunaji dan Sumiyati.

Mereka adalah bibi dan keponakan yang hidup dalam keterbatasan. Bukan saja soal materi, tapi juga soal identitas yang semestinya melekat sebagai hak.

Bunaji dan Sumiyati sama-sama belum memiliki dokumen kependudukan resmi. Tanpa KTP, mereka nyaris tak terlihat dalam data negara.

Tanpa identitas, mereka tak pernah tersentuh bantuan sosial. Meski kehidupan mereka sangat membutuhkannya.

Lebih dari itu, mereka juga tak mampu bekerja. Satu-satunya penopang keluarga hanyalah anak Sumiyati.

Sementara Sumiyati sendiri kini lumpuh akibat stroke, hanya bisa terbaring lemah, dan berharap pada uluran tangan sesama.

Kisah mereka sampai ke telinga Indra Kartini, seorang Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) yang selama ini aktif menelusuri kehidupan warga kurang mampu.

Ia menyaksikan langsung bagaimana Bunaji dan Sumiyati hidup bersama dalam kondisi yang serba kekurangan.

Hati kecilnya terusik. Ia pun tak tinggal diam. Atas nama kemanusiaan, Kartini menyampaikan laporan kepada kelompok PSM. Laporan itu kemudian diteruskan kepada pemerintah kelurahan Kebonsari.

Respon cepat pun datang. Melalui koordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Jember, kisah Bunaji dan Sumiyati akhirnya mendapatkan perhatian yang layak.

“Alhamdulillah, dari laporan itu kini ada harapan untuk Ibu Bunaji dan Ibu Sumiyati agar bisa mendapatkan KTP-el,” terang Kartini.

“Mereka sangat layak menerima bantuan sosial dari pemerintah,” tergas Kartini.

Agus Satmoko, Kasi Pelayanan Umum Kelurahan Kebonsari, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia pun mengakui bahwa selama ini masih ada warga yang belum terdata karena kendala dalam pengurusan administrasi kependudukan.

“Benar, masih ada warga kami yang belum mendapatkan bantuan sosial karena belum memiliki dokumen kependudukan. Melalui PSM, kami sangat terbantu menjaring data warga yang selama ini terlewat,” ujarnya.

Disdukcapil Jember melalui program Peduli Kamu merespon cepat laporan tersebut.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Jember Bambang Saputro menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk membantu warga yang mengalami hambatan mobilitas terutama lansia, disabilitas, dan warga dengan kondisi khusus.

“Kami akan mempermudah layanan bagi warga yang tidak bisa datang ke kantor. Kami berharap program Peduli Kamu bisa menjadi solusi nyata bagi mereka yang selama ini tak terjangkau,” tuturnya.

Kini, seberkas harapan mulai menyinari rumah kecil Bunaji dan Sumiyati. Identitas bukan lagi sekadar kartu, melainkan pintu menuju pengakuan, bantuan, dan hidup yang lebih layak. (*nuv)