Website Resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember

Sudah 6 Tahun Gelar Pencatatan Pernikahan Non Muslim Secara Masal, Tiap Tahun Meningkat

Dispendukcapil Jember — Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) bekerjasama dengan Kementrian Agama (Kemenag) kabupaten Jember menggelar pencatatan pernikahan massal untuk 36 pasangan suami istri non-muslim, Sabtu (17/08/2019).

Kepala Dispendukcapil Jember, Isnaini Dwi Susanti, S.H, M.Si., mengatakan bahwa program tersebut telah berjalan selama 6 tahun sejak tahun 2013 lalu dan pasangan yang di nikahkan setiap tahunnya terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah kami bisa menggelar pernikahan massal ini berkat antusiasnya masyarakat non-muslim yang ingin perkawinannya dinyatakan sah baik secara agama maupun negara,” papar Santi.

Dari 36 pasangan suami istri, lanjut Santi, terbagi dari 4 agama yang berbeda, yakni : Kristen (24 pasang), Katholik (8 pasang), Hindu (3 pasang), dan Budha (1 pasang).

“Masing-masing sudah dinyatakan sah secara agama beberapa waktu sebelumnya, nah sekarang perkawinan mereka dicatatkan di bagian Pencatatan Sipil untuk mendapat pengakuan yang sah dari negara. Selain itu, mereka juga langsung mendapatkan Akta Perkawinan yang secara resmi sudah kami terbitkan,” tutur Santi.

Masih menurut santi, Tentu kami berharap agar program ini terus berjalan dan setiap pasangan non muslim yang belum mencatatkan perkawinannya di mata hukum agar segera mencatatkannya melalui Dispendukcapil Jember dan kami akan siap membantu.

Selain itu, pihak Dispendukcapil Jember juga turut mengundang Dinas Kesehatan dan juga Dinas Sosial untuk hadir dalam hajatan tahunan Dispendukcapil Jember itu.

“Kami juga turut mengundang Dinas Kesehatan beserta Dinas Sosial, jadi selain masyarakat bisa sadar Administrasi Kependudukan, mereka juga bisa kenal dengan pelayanan umum lainnya seperti Kartu Indonesia Sehat dan lain sebagainya,” pungkasnya.

Sementara itu, Petrus yang merupakan salah satu pasangan suami istri Katholik asal desa Patemon, kecamatan Tanggul, mengatakan bahwa dirinya merasa berterima kasih kepada pihak yang sudah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Ya terima kasih kami ucapkan kepada Dispenduk Jember dan juga Kementrian Agama kabupaten Jember, karena sudah menyelenggarakan hajatan seperti ini untuk kami,” terangnya.

Dirinya berharap agar kedepannya, Dispendukcapil Jember bisa mengadakan giat serupa dan bisa diikuti oleh banyak pasangan suami istri non-muslim terutama di kabupaten Jember.

“Harapannya ya tentu kami sebagai pasangan suami istri bisa hidup bahagia selalu, serta kepada Dispendukcapil Jember agar kegiatan-kegiatan serupa bisa terus dilaksanakan, agar kita umat beragama juga bisa terus saling menjaga persatuan dan kesatuan,” pungkas Petrus. [*]

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.