Website Resmi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Jember

Mendekatkan Layanan Ke Masyarakat, Ngantor Di Desa Terus Dilakukan

Dispendukcapil Jember — Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Jember, Sri Wahyuniati memastikan, bahwa hingga akhir tahun 2018 ini, program ngantor di desa untuk pelayanan kepengurusan dokumen kependudukan berupa adminduk akan terus dilakukan.

Hal ini terus dilanjutkan, mengingat masih ada beberapa warga di daerah daerah pelosok kabupaten Jember yang masih belum melengkapi Adminduknya sebagai warga negara.

“Ini tidak menutup kemungkinan bahwa kami akan terus melakukan kegiatan NDD (Ngantor Di Desa) ini hingga seluruh dokumen penting milik masyarakat Jember terlengkapi tanpa kurang satu apapun,” terang Yuni, Kamis (04/10/2018).


Baca Juga: Dispenduk Jember Ngantor Di Desa, Berikut Jadwal Bulan Oktober 2018


Yuni memaparkan, bahwa di tahun 2017 kemarin, terdapat sekitar 39.000 warga Jember yang masih belum memiliki KTP-el.

“Dan sekarang di tahun 2018 ini (hingga bulan September 2018) sudah tersisa sekitar 3000 warga saja yang belum memiliki KTP-el,” ujar Yuni menjelaskan.

Upaya percepatan pendataan Adminduk Ini dilakukan, menurut Yuni, agar seluruh masyarakat di Kabupaten Jember, dapat terlayani dengan mudah, cepat, transparan dan tanpa pungli.

Melalui metode jemput bola, yang menjadi salah satu dari 22 janji kerja Bupati Dan Wakil Bupati Jember dalam mereformasi birokrasi.

Tak hanya itu, program dispendukcapil Ngantor Di Desa ini juga meminimalisir pengeluaran masyarakat untuk mengurus Administrasi Kependudukan.

Dirinya menjelaskan,bahwa sejauh ini masih terdapat beberapa desa di sejumlah kecamatan yang menjadi perhatian khusus bagi dispendukcapil Jember terkait kepemilikan e-KTP, akta kelahiran, serta kk. Diantaranya, Jombang, Kencong, Sumberbaru, Gumukmas, Umbulsari, Tanggul, dan Silo.

Sri Wahyuniati juga berharap, dengan semakin dimudahkannya pelayanan ini, masyarakat bisa semakin sadar dengan pentingnya keberadaanAdministrasi Kependudukan.

“Tidak hanya sebagai formalitas saja, tetapi juga identitas diri sebagai warga negara Indonesia yang patuh dan sadar Adminduk,” pungkasnya. [*]

Leave A Reply

Your email address will not be published.